Cloud Atlas Movie

Blog, Review

Cloud Atlas Poster


Cloud Atlas.

Film yang memiliki tagline “Everything is Connected” ini berkisar antara enam cerita dengan periode zaman berbeda yang saling berhubungan. Memang, kita seringkali mengalami masa-masa yang mengatakan dunia ini sempit. Bertemu dengan teman baru yang ternyata memiliki hubungan saudara jauh. Misalnya itu.

Film yang mengambil skenario cerita berdasarkan sebuah buku karya David Mitchell ini sungguh mengekspos frasa “dunia ini sempit” dengan waktu yang lebih luas dan situasi yang lebih berat.

Kali ini saya tidak membahas review film yang sudah dilakukan segelintir orang lainnya. Menyingkapi permasalahan make-up effect yang ternyata menjadi bahan pembicaraan tersendiri di sebuah forum.

Beberapa orang, terlepas entah awam ataupun tidak, menyatakan bahwa make-up effect yang digunakan sungguh buruk hingga membuat satu orang di zaman yang berbeda masih terlihat sama persis.

Well, saya percaya mereka memberi opini disebabkan oleh berbagai pemikiran masing-masing dan berbeda. Namun, menurut saya, personally, justru make-up effect yang digunakan tersebut harus tetap mengeluarkan ciri khas yang sama di diri masing-masing orang tersebut.

Sebab, pada dasarnya, memang itulah yang ingin dicapai oleh film ini yaitu seseorang tersebut bereinkarnasi di kehidupan selanjutnya yang ternyata masih berhubungan dengan cerita hidup dia sebelumnya. Apabila dibuat benar-benar berbeda, bagaimana cara penonton yang notabene tidak semuanya memiliki intelegensi tinggi untuk mencerna pesan utama tersebut? Barangkali justru menganggap semua pemain berbeda dan tidak ada yang terkoneksi antara cerita zaman satu dengan zaman lainnya.

Saya justru terkagum-kagum dengan make-up effect yang dilakukan sehingga tidak menyadari sepanjang film aku “ditipu”. Orang yang dipikir adalah seorang perempuan tulen ternyata itu adalah aktor yang disulap menjadi seorang perempuan, meskipun cerita di kehidupan sebelumnya memang seorang pria. Begitu pula sebaliknya.

Marilah, kita mengapresiasi karya kolaboratif para sineas dan tidak menghakimi sembarangan. Boleh beropini, tetapi jangan pula hingga melibat jauh bahkan melenceng jauh.

Memang, you’re the leader of your own story. Tetapi, seorang pemimpin tetap butuh latihan melihat suasana dan kondisi serta menganalisanya dengan jelas agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam kepemimpinannya. Right?

List Actor Cloud Atlas